Portal Blog Ku

" NEWS " DESA MARGA MUKTI MENJADI DESA TERBAIK DI TAHUN 2019

Gambar
Portalblogku.com / Senin,15 April 2019, Peningkatan pelayanan dan juga administrasi dalam sebuah Desa merupakan salah satu bagian terpenting untuk dapat memajukan Desa tersebut, harapannya administrasi yang baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan juga kinerja dari desa, dan pada 09 April 2019 Lecamatan Penarik kembali mengadakan Lomba Anyar Desa Tingkat Kecamatan Penarik untuk dapat menilai kinerja Desa di wilayahnya, sementara itu pengumuman yang di laksanakan pada 15 April 2019 keluar sebagai Desa Terbaik adalah Desa Marga Mukti.
Kepala desa marga mukti Marwanto menyampaikan prestasi ini tentunya tidak lepas dari semua pihak terlebih kerja sama antar perangkat desa marga mukti yang terus meningkatkan pelayanan dan kedisiplinan kinerjanya.
" Ya semua ini sebetulnya berkat kerjasama antara perangkat desa yang mencoba selalu meningkatkan kedisiplinan kerja serta pelayanan terhadap masyarakat " ujarnya.
beliau juga menambahkan bahwa dalam sebuah struktural kepemerintah…

MITOS SUMUR BUNGKARNO, BISA CEPAT DAPAT JODOH

"Rumah Pengasingan Bungkarno Di Bengkulu"


Portal Blog Ku, 28 Sep 2018, Indonesia adalah Negara yang  sudah merdeka dari masa penjajahan, hal ini tidak lagi dapat di pungkiri, sudah banyak literatur dan dokumen sejarah yang membuktikan itu, tidak hanya dari tulisan, foto atau pun cerita belaka, peninggalan peninggalan bangunan bersejarah adalah bukti kongkrit bahwa di indonesia benar-benar pernah mengalami masa sulit saat perang melawan penjajah, Hampir di setiap Pulau dan daerah yang ada di Indonesia terdapat peninggalan-peninggalan sejarah tersebut tidak terkecuali dengan Provinsi Bengkulu.

Sejarah Singkat Bengkulu

Bengkulu yang pada mulanya masuk dalam daerah tingkat 2 wilayah Sumatera Selatan sebelum akhirnya mekar menjadi sebuah Provinsi pada  18 November 1968, dan sekarang Provinsi Bengkulu Memiliki sepuluh kabupaten/kota, yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Kaur dan Kabupaten Seluma.
Dalam perjalanan sejarah Indonesia, Provinsi Bengkulu juga mempunyai peranan yang menonjol. Menurut catatan Prof. DR. Haji Abdullah Siddik (Sejarah Bengkulu : 1500-1990, Balai Pustaka, 1996), di era penjajahan, Bengkulu sudah menyita perhatian negara-negara kolonilis Barat, terutama karena hasil buminya yang melimpah. Tahun 1511 para pedagang Eropa terutama Inggris dan Belanda mulai ramai melakukan pelayaran menyusuri pantai Barat Sumatera dari Aceh, melalui Selatan Sunda lalu ke Banten.
Tahun 1685, dengan alasan perluasan kebun lada Inggris mulai menetap di Bengkulu. Saat itulah dimulai era tanam paksa lada terhadap rakyat. Tercatat, Inggirs bertahan selama 139 tahun di Bengkulu. Penderitaan rakyat Bengkulu terus berlanjut dengan peralihan kekuasaan dari Inggris kepada Belanda, tahun 1724, sebagai konsekwensi perjanjian mereka (Traktat London). Bahkan kekejaman penjajah memuncak saat Jepang menguasai Tanah Air.
Pendudukan tanpa rasa kemanusiaan itu tidak hanya melahirkan penderitaan bagi rakyat. Tapi juga membangkitkan perlawanan akibat telah diinjak-injaknya nilai luhur dan tradisi luhur masyarakat sekitar. Lebih seabad kemudian, aksi heroik menentang penjajahan masih terus bisa disaksikan. Sumbangsih rakyat Bengkulu terhadap kemerdekaan Indonesia tidak bisa begitu saja dihilangkan. Termasuk dalam periode mempertahankan kemerdekaan.
23 Februari 1942 Jepang masuk kota Curup dan terus ke kota Bengkulu dan banyak membantai rakyat.

SOEKARNO DI ASINGKAN DI BENGKULU

" Soekarno Di Asingkan Di Bengkulu 1936-1942 "

Bengkulu juga menjadi salah satu mata rantai yang selalu dicatat oleh sejarah. Salah satu alasannya karena di bumi Rafflesia ini pula, Soekarno presiden pertama Republik Indonesia pernah menjalani pengasingan oleh pemerintah kolonial, selama empat tahun, 1938-1942. Seokarno kemudian menemukan cintanya di sini. Dia terpikat hati dengan salah seorang putri warga Muahammadiyah bernama Fatmawati. Putri yang dilahirkan di Desa Malabero, Kota Bengkulu, 5 Februari 1923 ini merupakan anak tunggal dari pasangan Hasan Din (Tokoh Muhammadiyah Bengkulu) dan Siti Chadijah.
Seokarno menikahi Fatmawati tahun 1943, ketika itu Fatmawati tepat menginjak usia 20 tahun. Pasangan itu dikaruniai lima anak, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.
Ketika Seokarno menjadi Presiden Republik Indonesia, Ibu Fatmawati menjadi seorang ibu negara. Bendera pusaka merah-putih yang dikibarkan saat Proklamasi 17 Agustus 1945 tak lain adalah jahitan tangan Bu Fat.
Pada tanggal 18 November 1968, atas dasar UU No. 9/1967 Junkto Peraturan Pemerintah No. 20/1968, Keresidenan Bengkulu diresmikan menjadi salah satu Provinsi di Republik Indonesia yang ke-26 dengan Ali Amin sebagai Gubernur Bengkulu.

RUMAH PENINGGALAN BUNGKARNO


" Sepeda Yang Di Pakai Bungkarno Sebagai Alat Transportasi Selama Pengasingan "
Selama pengasingan di provinsi Bengkulu, Bungkarno dan keluarga menempati rumah sederhana yang berada di daerah anggut, dan sampai saat ini rumah tersebut masih berdiri kokoh meski sempat mengalami beberapa kali renovasi, dan kini rumah tersebut masuk dalam cagar budaya yang di lindungi oleh negara.

Beberapa Peninggalan yang masih tersimpan rapih di rumah tersebut antara lain, Sepeda kesayangan bungkarno selama pengasingan, Buku bacaan, Baju keseharaian bungkarno, dipan tempat tidur, lemari makan, meja tamu, meja kerja dapur dan juga Sumur buatan bungkarno yang berada di halaman belakang rumah.

MITOS RUMAH DAN SUMUR  BUNGKARNO

" Sumur Yang Di Buat Bungkarno yang ini menyimpan Banyak Mitos "

Buat para wisatawan melihat peninggalan benda bersejarah pastilah sudah biasa, namun tahukah kita soal mitos-mitos yang ada di balik benda peninggalan tersebut,?
Amin adalah Salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari Rumah Bunggkarno dan sekaligus sebagai tukang parkir di halaman depan rumah bungkarno, beliau menceritakan mitos-mitos yang beredar di masyarakat, di antaranya seperti jika malam hari suasana di rumah bungkarno akan terasa lebih sunyi dan hening meski rumah tersebut berada di samping jalan lintas.

“ Kalu malam di rumah ini akan terasa sunyi pak, seolah kita ini terbawa pada masa penjajahan dulu, di dalem suasananya lebih berbeda dan banyak aura mistis yang keluar, padahal jarak dari jalan lintas ini tidak terlalu jauh, tapi kita merasanya kayak berada di kebun “ ungkap beliau kepada tim Portalblogku.bogspot.com

Selain suasana mistis, mitos yang berkembang mengenai air sumur Bung Karno pun sudah tersebar luas di kalangan wisatawana,
“ Selain itu ada juga cerita tentang air sumur itu mas, siapa yang dateng ke sini dan cuci muka atau meminum air sumur tersebut maka banyak yang percaya bahwa mereka yang sulit jodoh akan segera di pertemukan jodohnya, dan yang sakit akan di beri segera sembuh, soalnya selain warga sini banyak juga wisatawan luar kota yang dateng ke sini mereka mencoba untuk cuci muka, atau meminum air sumur tersebut, bahkan tidak sedikit yang membawa pulang air tersebut dengan gerigen.”

Namun Peria 55 tahun tersebut berpesan kepada masyarakat untuk tidak terlalu percaya dengan mitos-mitos semacam itu.
“ ya... tapi itu Cuma mitos pak, jadi jangan terlalu di percaya, takutnya nanti jadi syirik, karenadi agama kita syirik itu tidak di benarkan,  kita juga sudah di ajarkan bahwa maut, rezeki dan jodoh itu hanya di tangan allah, jadi kalau memang mau cuci muka ya di niatkan lah cuci muka biar seger, kalau mau minum ya di niatkan untuk menghilangkan dahaga, jangan di niati lain-lain “ tutup Amin.

Sumber Informasi :


Komentar

Postingan populer dari blog ini

" NEWS " Warga Rejang Lebong Hanyut Di Penarik

"MITOS" Ratu Pantai Selatan Dan Danau Nibung Mukomuko

" NEWS - UPDATE " KORBAN DI TEMUKAN 50 METER DARI LOKASI KEJADIAN