Pages

" SITUS " KPA Mukomuko Layangkan Surat Darurat Benteng Anna

0 komentar

 "Kondisi Menara Benteng Anna yang hampir Runtuh oleh Erosi"

Mukomuko, Kamis, 15/11/2018 Kelompok Pecinta Alam Mukomuko (KPA-M) yang terdiri dari beberapa Komunitas Pecinta alam seperti Pecinta Alam Mukomuko ( PALM ), Bengkulu Trip (BT), Holyday Mukomuko dan beberapa aktifis Penggiat Lingkungan akan mengajukan surat permohon penanganan darurat Benteng Anna yang merupakan salah satu situs cagar budaya di provinsi bengkulu tepatnya berada di kabupaten mukomuko.

Di ketahui Benteng anna adalah slah satu situs bersejarah peninggalan Inggris yang berada di kabupaten Mukomuko, dan merupakan aset bagi Mukomuko untuk dapat menarik pengunjung dan wisatawan datang ke Mukomuko, hal ini yang melatar blakangi KPA Mukomuko untuk mengirimkan surat penanganan khusus Benteng anna.

 "Tiang Benteng anna yang akan Runtuh, Foto di ambil 3 Nov 2018"

Surat akan di kirim ke beberapa instansi Terkait seperti Balai Pelestarai Cagar Budaya Jambi (BPCB Jambi), Balai Sungai Wilayah VII Sumatra, dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Media Center Bengkulu, dan Dinas PUPR Mukomuko.

Di sampaikan oleh Ahmad Arifin salah satu koordinator #savebentenganna bahwa dia dan timnya sudah melkukan pengamatan sejak bulan Maret 2018 mengenai Erosi yang terjadi di Benteng anna.

"kami telah melakukan Pengamatan sejak Maret lalu, kondisi benteng anna kini sangat memprihatinkan, letak benteng yang berada di samping sungai selagan sekarang terancam runtuh jika tidak segera lldi laksanakan penanganan darurat oleh pemerintah" ujarnya.

arifin juga membenarkan akan melayangkan surat pemberitahuan dan permohonan penanganan darurat terkait kondisi benteng anna saat ini

"Benar, Rencana kami Jum'at 16 November 2018 akan kita kirimkan Surat terkait penanganan benteng anna ke beberapa instansi terkait, rencananya surat akan kita kirim melalui E-Mail dan juga Print Out" imbuhnya.

 "Tampak Menara Benteng Anna di samping sungai selagan"

Kondisi benteng anna saat ini sudah berada pada zona kritis, mengingat jarak dari bibir sungai selagan saat ini hanya berjarak sekitar 5-10 cm, dan terancam reuntuh mengingat debit air sungai selagan terus meningkat sepanjang bulan Oktober-November.

" Kami berharap kepada seluruh instansi terkait untuk dapat menindaklanjuti dengan segera hasil  pengamatan ini, mengingat sangat pentingnya situs sejarah tersebut bagi masyarakat dan penelitian, di harapkan sebelum akhir tahun sudah ada penangaan dan tindak lanjutnya " Tutup arifin. (As)

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih kak, sudah mampir ke bog kami, jika punya informasi menarik, bisa lagsung kirimkan melalui Cp 082280924918