Pages

" Komunitas - Mukomuko " BENGKULU TRIP Fokus Promosikan Wisata Mukomuko

0 komentar

 "Ahmad Arifin.S ketua umum Bengkulu Trip"

portalblogku.com Mukomuko,21 Januari 2019, Sekelompok Pemuda yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam Mukomuko yang menamakan komunitasnya Bengkulu Trip pada sabtu-minggu, 19-20 Januari 2019 merayakan Hari Jadinya yang ke 2 tahun, di kawasan wisata Pantai Air Patah Mukomuko.


Acara yang berlangsung sederhana ini bertujuan untuk menjalin silaturahim antar member dan juga mengnang kembali awal terbentuknya Bengkulu Trip 2 tahun silam, sekaligus membahas setruktural dan juga program kerja bengkulu trip untuk satu tahun mendatang, ujar Ahmad Arifin selaku ketua Umum Bengkulu Trip.


" Yah acara ini sengaja kita bikin se sederhana mungkin, tidak lain untuk menjalin silaturahim kepada member dan juga bernostalgia awal terbentuknya bengkulu trip 2 tahun lalu, selain itu kita akan memperbaiki struktural bengkulu trip dan juga membentuk program kerja untuk satu tahun yang akan datang " ujarnya,

 " suasana Camping Ground Annive Bengkulu  Trip ke 2 di Pantai air patah Kabupaten Mukomuko "

di ketahui bengkulu trip adalah KPA yang fokus terhadap dunia wisata yang ada di kabupaten mukomuko khususnya dan provinsi bengkulu secara luas, hal ini di tunjukkan oleh beberapa akun media sosial yang di bentuk oleh tim dari bengkulu trip untuk mempermudah akses informasi masyarakat dan yang melatar blakangi penempatan acara annive bengkulu trip di kawasan wisata pantai air patah mukomuko.


" ya... kita tahu bahwa bengkulu trip dari awal di bentuk sudah terkonsentrasi pada sektor wisata, untuk mempromosikan wisata dan potensi potensi wisata yang ada di kabupaten mukomuko secara khusus dan provinsi bengulu secara menyeluruh, karna kita tahu bahwa mukomuko sebenarnya memiliki banyak sekali lokasi wisata yang sangat potensial untuk di jadikan daya tarik wisatawan " ujar arifin menambahkan relesnya.


Arifin juga berharap Pemerintah daerah dapat mendukung kegiatan-kegiatan semacam ini.


" Harapan saya untuk kedepan Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait dapat Mensuport acara semacam ini, karena Komunitas adalah Aset Promosi yang sangat Evektife " Tutupnya. ( As )

Read more...

" KOMUNITAS " PC IPNU-IPPNU Mukomuko Lakukan Penyusunan PROGJA

0 komentar

 " Pengurus Cabang IPNU dan Pengurus Cabang IPPNU Kabupaten Mukomuko "
Portalblogku.com Senin, 14 Januari 2018, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ( IPNU ) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ( IPPNU ) Lahkukan penyusunan program kerja (Progja) pada Minggu 13, Januari 2019 kemarin di Gedung MWCNU Kecamatan Penarik.

disampaikan oleh ketua PC IPNU Mukomuko Rekan Fuad Romadhoni saat di hubungi melalui saluran Whatshaap dalam penyusunan Progja ini di hadiri oleh 50 anggota Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Mukomuko, di harapkan dengan melakukan penyusunan progja serta tindak lanjut kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Mukomuko dapat mencetak Kader-Kader yang militan dan berwawasan Aswaja, ungkapnya.

Selain melakukan Porgja IPNU-IPPNU Mukomuko juga melakukan silaturahmi dengan sesepuh NU dan GP Ansor di kecamatan Penarik, yang di hadiri oleh PC NU dan PC GP Ansor Kabupaten mukomuko serta MWC NU Kecamatan Penarik.

"Kita juga melakukan silaturahmi dengan sesepuh NU kabupaten Mukomuko di kecamatan penarik, tujuannya ya untuk memotifasi para rekan dan rekanita di dalam membangun IPNU-IPPNU Mukomuko kedepan". Tutup Fuad

Read more...

" KOMUNITAS " PKC Rayakan Hari Jadi ke 1, RRB Kopdargab Perdana

0 komentar

 " Foto Bersama Anggota Penarik King Club ( PKC )Mukomuko "

Portalblogku.com Minggu, 13 Januari 2019, Bertempat di lapangan Pancasila, Desa Lubuk Mukti kecamatan Penarik, Pecinta motor king yang ter gabung dalam Komunitas Penarik King Club ( PKC ) kabupaten Mukomuko mengadakan Hari Jadi PKC yang ke 1 tahun.


Rangkaian acara pada kegiatan tersebuat di antaranya, KOPDARGAB Raja Rafflesia Bersatu ( RRB ) yang di laksanakan pada Sabtu Malam 12 Januari 2019, dilanjutkan dengan Ceremoni Anniversary PKC ke 1 th pada minggu, 13 Januari 2019, dan hiburan untuk komunitas yang hadir.


Peserta yang hadir pada giat ini sendiri mencapai 119 komunitas dan club yang terdiri dari komunitas Motor dan juga Penggiat Lingkungan. selain dari Mukomuko tampak hadir juga komunitas RX king dari luar daerah seperti Lampung, Pariaman, Tulang Bawang, Prabumulih, Jawa Tengah, Padang, dan komunitas motor RX-King se provinsi bengkulu.


Safriadi selaku ketua PKC Mukomuko menyampaikan Trimakasih kepada semua pihak yang sudah mensuport acara ini seperti yang di sampaikan saat Sambutannya.


"saya sampaikan trimakasih kepada seluruh Pihak yang audah mensuport acara ini, baik jajaran Kepolisian, Kepala Desa Lubuk Mukti, Ketua Karang Taruna, dan Masyarakat Lubuk Mukti, serta ucapan terinakasih pula saya sampaikan kepada seluruh tamu undangan yang bersedia menghadiri undangan kami, selain kepada tamu undangan Bang Saf sapaan akrabnya menyampaikan trimakasih yang mendalam kepada Para Member PKC yang sudah Bekerja keras untuk mensukseskan acara ini.


Saf juga menyampaikan trimakasih dan juga Rasa Bangganya kepada Paguyuban Raja Rafflesia Bersatu ( RRB ) yang telah Menempatkan Kopdar Gabungan Perdana Di Kabupaten Mukomuko ini.


"ini merupakan kebanggaan bagi kami keluarga besar PKC Mukomuko karena Telah di dulat sebagai Tuan Rumah Kopdar Gabungan Raja Rafflesia Bersatu ( RRB ) yang perdana, kami ucapkan terimakasih karena sudah mempercayakan Perhelatan ini di rumah kami, tukasnya.


Selain itu Ketua PKC Mukomuko Juga Berharap untuk kedepannya PKC bisa menjadi lebih solid, dan juga bisa menjadi Club motor yang menjunjung tinggi Safety riding berkendara.


dalam pantauan tim Portalblogku.com , peserta yang hadir pada event ini mencapai hampir 600 orang, sesuai isi data absensi yang ada di meja sekretariat. ( As )


Read more...

" Wisata Pesona Indonesia " Festival Pulau Penyengat 2019, Menjadi Pembuka CoE 2019 Setelah Cap Go Meh

0 komentar

 " Festival Pulau Penyengat 2019 di laksanakan 14-18 Februari "

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi telah meluncurkan Calender of Event (CoE) 2019. Salah satu agendanya adalah Festival Pulau Penyengat di Provinsi Kepulauan Riau. Rencananya festival ini akan digelar 14-18 Februari.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Festival Pulau Penyengat harus dimaksimalkan untuk mengangkat potensi alam dan budaya setempat. Melalui festival ini, wisatawan bisa mendapat hiburan sekaligus wawasan tentang sejarah dan budaya melayu.

“Daerah ini punya peluang besar untuk meningkatkan sektor pariwisata. Sebab, secara geografis letaknya sudah sangat menguntungkan. Dekat dengan dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura. Kita genjot terus wisata perbatasan. Karena itu event, atraksi, dan aksesnya harus digarap lebih sirius,” ujarnya, Senin (31/12).

Ketua Pelaksana CoE 2019 Esthy Reko Astuti menyatakan, tahun lalu ada 15 kegiatan yang digelar untuk memeriahkan Festival Pulau Penyengat. Tahun ini, ia berharap ada yang lebih spesial dan berbeda. Konsepnya harus lebih menarik agar wisatawan yang datang lebih terkesan.

Namun demikian, Esthy sangat mengapresiasi jika kegiatan yang ditampilkan tetap mengangkat budaya lokal. Sebab, budaya itulah yang sesungguhnya menjadi daya tarik bagi wisatawan. Layaknya tanah melayu, tak salah jika panitia tetap menyelipkan lomba gurindam 12. Atau 3 kegiatan unggulan tahun lalu, yaitu Fashion Malay Penyengat Serantau, Short Film Netizen Penyengat Halal Competition, dan Tour Pattern Penyengat Halal Competition.

”Kami optimis kegiatan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terlebih, wilayah Tanjung Pinang atau Kepulauan Riau pada umumnya, tidak jauh dari Malaysia dan Singapura. Kedekatan budaya Melayu diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk kedatangan mereka,” jelas Esthy yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar mengaku bangga dan bersyukur karena Festival Pulau Penyengat masih diperhitungkan sehingga tetap masuk dalam CoE Kemenpar. Pulau penyengat sendiri masuk dalam wilayah Tanjung Pinang, dan menjadi kebanggaan warga setempat.

“Di sini banyak situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau. Sebab, dulunya Pulau Penyengat pernah menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga. Itulah kenapa pulau ini menjadi sangat istimewa,” ungkapnya.

Sejarah mencatat, pulau ini pernah menjadi tempat pertahanan Raja Kecil saat melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau di tahun 1719. Sebelumnya, sekitar tahun 1782-1784, sejumlah benteng pertahanan pun dibangun untuk menangkal pasukan Belanda. Di sini juga berdiri Masjid Sultan Riau yang dibangun pada tahun 1832. Uniknya, bangunan tersebut konon hanya direkatkan dengan putih telur.

“Tidak sulit menjangkau Pulau Penyengat. Dari Tanjung Pinang, kita cukup naik kapal dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Relatif cepat. Dan bagi pecinta wisata sejarah, Anda akan menemukan sesuatu yang menakjubkan di sini,” pungkasnya 

Read more...

" News Nasional " KOPRI PB PMII Mengencam dan Menuntut Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual di Pidana!!!

0 komentar

 "Septi Rahmawati, Ketua Umum KOPRI PB PMII"

Adanya kasus dugaan pelecehan seksual terhadap EP mahasiswi fakultas Usshuludin UIN Raden Intan Lampung saat mengumpulkan tugas, yang merupakan salah satu kader Kopri (Kops PMII Putri). Untuk itu KOPRI PB PMII mengecam dan menuntut agar pelaku pelecehan seksual dapat dijatuhkan hukuman pidana. 

Ketua KOPRI PB PMII, Septi Rahmawati mengatakan pelecehan seksual yang terjadi didunia kampus,  menambah deretan hitam dalam dunia pendidikan.  "Maka, Kopri PB PMII mengencam dan menuntut pelaku berinisial SH dapat dipidana, tidak hanya karena prilaku yang diperbuat kepada salah satu kader Kopri PMII, namun juga karena telah mencoreng dunia kampus dengan perbuatan tercela dan memalukan," kata Septi. 

Ia menjelaskan dosen menjadi panutan mahasiswa, jika prilaku dosen seperti ini, apa yang dapat diajarkan kepada mahasiswa.

Septi juga mengatakan KOPRI PB PMII akan terus mengawal dan memantau proses hukum pelecehan seksual terhadap EP. 

"Selain itu,  Saya berharap agar pihak kampus tidak melindungi oknum dosen yang melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswa nya, agar tidak ada korban berikutnya yang juga dapat berdampak buruk pada dunia kampus," harapnya. 

Ketua Bidang Hukum dan Kebijakan Publik KOPRI PB PMII, Aida Mardatillah mengatakan pelecehan seksual berbentuk fisik atau tindakan pencabulan yang dilakukan oleh oknum SH tidak bisa dibiarkan. " Kepolisian harus cepat dalam menangani kasus ini, jika mengulur-ulur waktu maka tekanan yang dialami oleh kader kami akan terus berlanjut." kata Aida. 

Aida menjelaskan jika dari kronologis kejadian yang dialami kader kami, ketika sedang mengumpulkan tugas kepada oknum SH. Oknum SH melakukan tindakan pelecehan seksual secara fisik dengan melakukan perabaan pada tubuh korban,, Berarti. Oknum SH dengan sengaja melakukan perbuatan tersebut. "Maka sudah sangat jelas unsur-unsur melakukan tindak pidana telah terpenuhi. Dan, harus dihukum penjara," tegasnya. 

Aturan mengenai pelecehan seksual,  yang didalam KUHP dikenal dengan istilah perbuatan cabul dapat dijerat dengan Pasal 289 - 296 KUHP. 

Ia juga mengatakan bila perkara ini nantinya masuk maka pengadilan, ia sangat berharap jaksa penuntut umum yang menangani kasus ini, perlu memberikan tuntutan yang berat kepada oknum SH, dan hakim dapat memutus dengan putusan hukuman penjara kepada oknum SH. Demi memberikan rasa keadilan bagi korban. 

"Untuk itu, Kopri PB PMII akan terus memantau dan mengawal kasus ini," tegas Septi. ( Reales )

Read more...

" PARIWISATA " Calender Of Event KEMENPAR-RI 2019

0 komentar

 " Foto : Kemenpar "

Hallo sobat, buat kalian yang hobi travelling, kali ini Portalblogku.com akan ngasih tau ni Calender Of Event (COE) Kemntrian Pariwisata Republik Indonesia tahun 2019.

dan berikut Jadwal Eventnya.

Siap menjelajahi nusantara? Inilah daftar “Calendar of Event” Kemenpar 2019. Kenali negeri ini, cintai Indonesia.
AFTER ALL, WE ALL STILL LOVE NKRI RIGHT ?
5-19 Februari - Cap Go Meh, Kalimantan Barat.
14-18 Februari - Festival Pulau Penyengat, Kepulauan Riau (14 - 18)
20 Februari - Pesona Bau Nyale, Nusa Tenggara Barat
1-3 Maret - Java Jazz, DKI Jakarta
3-5 Maret - Festival Teluk Jailolo, Maluku Utara
7 Maret - Horas Samosir Fiesta, Sumatera Utara
24 - 31 Maret - Bali Spirit Festival, Bali
24 - 31 Maret - Exciting Banten on Seba Baduy, Banten
24 Maret-5 April- Bangka Culture Wave, Kepulauan Bangka Belitung
29 - 31 Maret - Tour de Bintan, Kepulauan Riau
1 - 10 April - Festival Teluk Tomini, Sulawesi Tengah
11- 14 April - Majapahit Travel Fair, Jawa Timur
15 - 20 April - Krui World Surfing League, Lampung
20 - 21 April - Gebyar Pesona Budaya Garut, Jawa Barat
7 - 9 Mei - Bintan Triathlon, Kepulauan Riau
10 - 28 Mei - Pesona Khazanah Ramadhan, Nusa Tenggara Barat
18 - 24 Mei - Festival Budaya Isen Mulang, Kalimantan Tengah
19 Mei - Asia Afrika Festival, Jawa Barat
20 Mei - 5 Juni - Festival Parade Pesona Kebangsaan, Nusa Tenggara Timur
15 - 13 Juli- Pesta Kesenian Bali, Bali
16Juni - Jakarnaval, DKI Jakarta
16 - 23 Juni - Festival Sriwijaya XXVIII 2019, Sumatera Selatan
17 - 19 Juni - Yadnya Kasada Bromo, Jawa Timur
28 -30 Juni - Festival Bakar Tongkang, Riau
1 - 6 Juli - Festival Biak Munara Wampasi, Papua
5 - 8 Juli - Toraja International Festival, Sulawesi Selatan
5 -13 Juli - Festival Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat, Nusa Tenggara Timur
17 Juli - Ziarah Kubro, Sumatera Selatan
17 Juli - Festival Babukung, Kalimantan Tengah
18 - 22 Juli - Festival Bumi Rafflesia, Bengkulu
20 Juli - Mizan Al Sufi, Jawa Barat
20 Juli - Tanah Lot Arts Festival, Bali
25 - 28 Juli - Toboali City on Fire Sesi 4, Kepulauan Bangka Belitung
25 - 25 Agustus- ARTJOG, D.I Yogyakarta
26 - 28 Juli - Solo Batik Carnival, Jawa Tengah
26 - 29 Juli - Festival Pesona Bunaken, Sulawesi Utara
27 Juli - 3 Agustus- Festival Cisadane, Banten
28 Juli - Banyuwangi Ethno Carnival, Jawa Timur
30 Juli - 3 Agustus -Jember Fashion Carnaval (JFC), Jawa Timur
1 - 6 Agustus - Polewali Mandar International Folk & Art Festival, Sulawesi Barat
2 - 4 Agustus - Dieng Culture Festival, Jawa Tengah
2 - 6 Agustus - Buleleng Festival, Bali
3 - 4 Agustus - Festival Cheng Ho, Jawa Tengah
4 - 5 Agustus - Festival Morotai, Maluku Utara
4 - 6 Agustus - Aceh Culinary Festival, Aceh
7 - 10 Agustus - Festival Budaya Lembah Baliem, Papua
7 - 12 Agustus - Tomohon International Flower Festival, Sulawesi Utara
8 - 8 September - Jakarta Food & Fashion Festival, DKI Jakarta
9 - 11 Agustus - Pasa Harau Art & Culture Festival 2019, Sumatera Barat
11 - 17 Agustus - Festival Sandeq Race 2019, Sulawesi Barat
18 Agustus - Saman Gayo Alas Festival, Aceh
18 Agustus - Karnaval Kemerdekaan/Grand Karnaval Indonesia, DKI Jakarta
18 - 20 Agustus - Festival Teluk Ambon, Maluku
21 - 25 Agustus - Lampung Krakatau Festival, Lampung
21 - 25 Agustus - Sanur Village Festival, Bali
23 - 25 Agustus - Festival Budaya Wisata Pasar Terapung, Kalimantan Selatan
1 - 10 September - Festival Tabut, Bengkulu
4 - 8 September - F8 Makassar 2019, Sulawesi Selatan
5 - 7 September - Solo International Performing Art, Jawa Tengah
5 - 10 September - Festival Bahari Kepri, Kepulauan Riau
6 - 8 September - Festival Wisata Loksado, Kalimantan Selatan
9 - 16 September - Festival Payung Indonesia, Jawa Tengah
9 - 16 September - Festival Moyo, Nusa Tenggara Barat
12 - 15 September - Festival Pinisi, Sulawesi Selatan
13 - 15 September - Tour de Linggar Jati, Jawa Barat
15 September - Malang Flower Carnival, Jawa Timur
15 September - Ciletuh Geopark Festival, Jawa Barat
17 - 21 September - Tour de Siak, Riau
21 - 22 September - Jogja International Street Performance, D.I. Yogyakarta
21 - 25 September - Festival Pesona Danau Limboto, Gorontalo
21 - 29 September - Erau Adat Kutai & 7th International Folk Art Festival, Kalimantan Timur
22 - 25 September - Festival Batanghari, Jambi
23 - 26 September - Tour de Ijen, Jawa Timur
27 - 29 September - Festival Tanjung Lesung, Banten
27 - 27 Oktober - Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival, DKI Jakarta
28 - 29 September - Musik Alam 2019, Kalimantan Utara
1 - 6 Oktober - Festival Likurai Timor, Nusa Tenggara Timur 6 Oktober - Festival Karnaval Karawo, Gorontalo
6 - 7 Oktober - Aceh International Diving Festival, Aceh
6 - 10 Oktober - Festival Pesona Selat Lembeh, Sulawesi Utara
7 - 11 Oktober - Festival Seni Budaya Papua Barat, Papua Barat
12 - 17 Oktober - Festival Keraton Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara
15 - 19 Oktober - Festival Danau Poso, Sulawesi Tengah
18 - 21 Oktober - Festival Pesona Bahari Raja Ampat, Papua
19 - 21 Oktober - IronMan 70.3 Bintan , Kepulauan Riau
19 - 25 Oktober - Jakarta Fashion Week, DKI Jakarta
20 Oktober - Gandrung Sewu, Jawa Timur
23 - 25 Oktober - Festival Danau Sentarum, Kalimantan Barat
23 - 27 Oktober - Ubud Writers and Readers Festival, Bali
23 - 28 Oktober - Festival Takabonerate, Sulawesi Selatan
25 - 27 Oktober - Pesona Nusa Dua Fiesta 2019, Bali
27 Oktober - Jakarta Marathon, DKI Jakarta
27 - 29 Oktober - Festival Pulo Dua, Sulawesi Tengah
1 - 3 November - Festival Mahakam, Kalimantan Timur
2 - 10 November - Tour de Singkarak, Sumatera Barat
3 - 7 November - Festival Kerinci 2019, Jambi
10 - 15 November - Festival Bekudo Bono, Riau
11 - 13 November - Wakatobi Wave 2019, Sulawesi Tenggara
11 - 14 November - Pesta Rakyat Banda, Maluku
15 - 19 November - Festival Tanjung Kelayang, Kepulauan Bangka Belitung
16 - 17 November - Jogja International Heritage Walk, D.I. Yogyakarta
16 - 20 November - Festival Ya'ahowu, Sumatera Utara
17 November - Borobudur Marathon, Jawa Tengah
1 - 31 Desember - Iraw Tengkayu, Kalimantan Utara
4 - 7 Desember - Festival Pesona Budaya Minangkabau, Sumatera Barat
7 - 8 Desember - Batam International Culture Carnival, Kepulauan Riau
9 - 12 Desember - Festival Danau Toba, Sumatera Utara
13 - 16 Desember - Pemuteran Bay Festival, Bali
28 Desember - Festival Budaya Cirebon, Jawa Barat

Read more...

" NEWS - DIRGANTARA " Ketentuan Baru Lion Grup Tentang Bagasi

0 komentar

JAKARTA – 04 Januari 2019. Lion Air (kode penerbangan JT) dan Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terbaru terkait dengan kebijakan bagasi tercatat dan barang bawaan untuk layanan penerbangan domestik.

 

Lion Air dan Wings Air akan memberlakukan kebijakan baru berupa penyesuaian kapasitas (berat) barang bawaan dan bagasi terdaftar gratis/ cuma-cuma (free baggage allowance) efektif 8 Januari 2019 sampai batas waktu yang tidak ditentukan (until further notice/ UFN).

 

Ketentuan barang bawaan dan bagasi, sebagai berikut:

·         Seluruh penerbangan domestik Lion Air tidak diberlakukan bagasi cuma-cuma 20kg per penumpang.

·         Seluruh penerbangan domestik Wings Air tidak diberlakukan bagasi cuma-cuma 10kg per penumpang.

 

Sebagai informasi, bila penumpang yang sudah membeli tiket sebelum 8 Januari 2019 tetap memperoleh bagasi cuma-cuma 20 kg untuk Lion Air dan 10 kg untuk Wings Air.

 

Setiap calon penumpang (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop, perlengkapan bayi, bahan membaca, binocular, tas jinjing wanita (hand luggage). Ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin adalah 40 cm x 30 cm x 20 cm.

 

Penerbangan Lion Air Group juga memberlakukan bahwa beberapa barang yang diikat atau dibungkus jadi satu tidak akan dianggap sebagai satu buah bagasi kabin.

 

Bagi calon penumpang dalam hal ini pengguna jasa Lion Air dan Wings Air yang akan membawa bagasi dapat melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (tour and travel), website Lion Air dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

 

Penerbangan Lion Air dan Wings Air menawarkan kapasitas bagasi ekstra atau kelebihan atas bagasi yang ditetapkan (Excess Baggage Ticket). Hal ini sebagai bagian upaya membantu setiap pelanggan dalam meminimalisir biaya tambahan yang relatif tinggi karena kelebihan bagasi.

 

Sehubungan dengan pre-paid baggage, setiap calon penumpang dapat membeli dengan harga terjangkau dan lebih hemat bersamaan pembelian tiket (issued ticket) atau sesudah pembelian tiket dengan batas waktu enam jam sebelum keberangkatan.

 

Setiap pelanggan yang membawa barang bawaan atau bagasi lebih dari ketentuan bagasi perorangan yaitu 7kg akan dikenakan biaya kelebihan bagasi sesuai tarif yang berlaku pada hari keberangkatan.

 

Dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, Lion Air Group menghimbau setiap pelanggan dapat mematuhi dan menerapkan aturan dari larangan atau pembatasan tambahan untuk pengangkutan barang tertentu, mengetahui pasti mengenai barang-barang yang dilarang untuk dibawa (dangerous goods), termasuk mengenai batasan aerosol, cairan dan gel.

 

Semua pelanggan harus memeriksa kapasitas baterai daya tambahan portabel (powerbank) dan wajib melaporkan kepada petugas ground staff Lion Air Group sebelum keberangkatan. Berdasarkan prosedur keamanan, bahwa perangkat daya dengan kapasitas maksimum 100 Wh (atau 20.000 mAh) hanya diperbolehkan untuk dibawa ke kabin, dan tidak diizinkan di dalam bagasi terdaftar. Untuk powerbankberkapasitas 100 - 160Wh (20.000 hingga 32.000 mAh) harus melalui persetujuan dari Lion Air Group. Sedangkan pengisi baterai portabel atau baterai lithium cadangan yang mempunyai daya jam lebih dari 160 Wh dilarang dibawa ke pesawat udara.

 

Salama penerbangan, setiap pelanggan dilarang menggunakan powerbank.

 

Para pelanggan juga dihimbau untuk mempersiapkan dokumen (tanda pengenal) sesuai yang tertera pada tiket. Lion Air Group memberikan saran kepada seluruh pelanggan untuk check-in lebih awal yaitu paling tidak 120 menit sebelum jadwal keberangkatan penerbangan di terminal keberangkatan bandar udara. Hal tersebut guna meminimalisir dampak dari antrean panjang di meja pelaporan (check-in counter).

 

Counter check-in Lion Air Group di bandar udara akan tutup 30 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan domestik atau 45 menit sebelum waktu keberangkatan untuk penerbangan internasional).

Read more...