Portal Blog Ku

" Komunitas " Arti Sebuah Komunitas

Gambar
hallo guysss, di masa ini banyak sekali kelompok-kelompok yang bermunculan dengan menamakan dirinya sebagai sebuah komunitas, seolah berada di sebuah komunitas bagaikan trend kekinian, tapi pernahkah terlintas di benak kalian untuk mencari tahu apa sih sebenernya komunitas itu..? lantas apa bedanya komunitas, organisasi, club, dan juga geng? 
nah disini penulis akan mencoba membedah tentang apa itu arti sebuah komunitas dan perbedaan antara komunitas, organisasi, club, dan geng.
1. komunitas dikutip dari Wikipedia Indonesia Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. ... Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat di mana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis.
atau bisa dibilang komunitas adalah sekelompok orang berjumlah 2 atau lebih yang berkumpul dengan memiliki kesamaan pada hobinya, biasanya komunitas lebih bersifat fleksibel atau tidak …

" Wisata Pesona Indonesia " Festival Pulau Penyengat 2019, Menjadi Pembuka CoE 2019 Setelah Cap Go Meh

 " Festival Pulau Penyengat 2019 di laksanakan 14-18 Februari "

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi telah meluncurkan Calender of Event (CoE) 2019. Salah satu agendanya adalah Festival Pulau Penyengat di Provinsi Kepulauan Riau. Rencananya festival ini akan digelar 14-18 Februari.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Festival Pulau Penyengat harus dimaksimalkan untuk mengangkat potensi alam dan budaya setempat. Melalui festival ini, wisatawan bisa mendapat hiburan sekaligus wawasan tentang sejarah dan budaya melayu.

“Daerah ini punya peluang besar untuk meningkatkan sektor pariwisata. Sebab, secara geografis letaknya sudah sangat menguntungkan. Dekat dengan dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura. Kita genjot terus wisata perbatasan. Karena itu event, atraksi, dan aksesnya harus digarap lebih sirius,” ujarnya, Senin (31/12).

Ketua Pelaksana CoE 2019 Esthy Reko Astuti menyatakan, tahun lalu ada 15 kegiatan yang digelar untuk memeriahkan Festival Pulau Penyengat. Tahun ini, ia berharap ada yang lebih spesial dan berbeda. Konsepnya harus lebih menarik agar wisatawan yang datang lebih terkesan.

Namun demikian, Esthy sangat mengapresiasi jika kegiatan yang ditampilkan tetap mengangkat budaya lokal. Sebab, budaya itulah yang sesungguhnya menjadi daya tarik bagi wisatawan. Layaknya tanah melayu, tak salah jika panitia tetap menyelipkan lomba gurindam 12. Atau 3 kegiatan unggulan tahun lalu, yaitu Fashion Malay Penyengat Serantau, Short Film Netizen Penyengat Halal Competition, dan Tour Pattern Penyengat Halal Competition.

”Kami optimis kegiatan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terlebih, wilayah Tanjung Pinang atau Kepulauan Riau pada umumnya, tidak jauh dari Malaysia dan Singapura. Kedekatan budaya Melayu diharapkan dapat menjadi daya tarik untuk kedatangan mereka,” jelas Esthy yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar mengaku bangga dan bersyukur karena Festival Pulau Penyengat masih diperhitungkan sehingga tetap masuk dalam CoE Kemenpar. Pulau penyengat sendiri masuk dalam wilayah Tanjung Pinang, dan menjadi kebanggaan warga setempat.

“Di sini banyak situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau. Sebab, dulunya Pulau Penyengat pernah menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga. Itulah kenapa pulau ini menjadi sangat istimewa,” ungkapnya.

Sejarah mencatat, pulau ini pernah menjadi tempat pertahanan Raja Kecil saat melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau di tahun 1719. Sebelumnya, sekitar tahun 1782-1784, sejumlah benteng pertahanan pun dibangun untuk menangkal pasukan Belanda. Di sini juga berdiri Masjid Sultan Riau yang dibangun pada tahun 1832. Uniknya, bangunan tersebut konon hanya direkatkan dengan putih telur.

“Tidak sulit menjangkau Pulau Penyengat. Dari Tanjung Pinang, kita cukup naik kapal dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Relatif cepat. Dan bagi pecinta wisata sejarah, Anda akan menemukan sesuatu yang menakjubkan di sini,” pungkasnya 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH DAN MITOS BENTENG ANNA ( FORT ANNE ) KABUPATEN MUKOMUKO

"MITOS" Ratu Pantai Selatan Dan Danau Nibung Mukomuko

WISATA BATU TAKUP yang belum banyak di kenal