Senin, 06 September 2021

BERAWAL "ISENG" SOLIKHIN TAK MENYANGKA HASILKAN JUTAAN RUPIAH


Portalblogku.com - Solikhin, seorang perangkat desa Sidodadi Kecamatan penarik kabupaten Mukomuko tak menyangka jika dirinya dapat berhasil menjalankan usaha hidroponik, ini semua berawal dari ketidak sengajaannya saat membaca buku pertanian moderen, dimana pada saat itu ia yang merupakan kaur keuangan di desa Sidodadi tersebut iseng membaca buku yang terdapat di perpustakaan desa ( perpusdes ).


" Awalnya iseng aja mas baca-baca buku di perpustakaan (perpusdes), waktu itu ada buku pertanian moderen, saya penasaran " ucapnya saat bercerita.


Kemudian Solikhin yang juga penggiat desa digital ini menceritakan dari rasa penasarannya ia mencoba membuat hidroponik secara otodidak dengan berpedoman pada buku dan youtub, berbekal 5 buah paralon (PVC).


" Ya dari situ saya benasarak kan, langsung saja saya coba lagi untuk buat, sambil liat-liat di YouTube mas " imbuhnya.


Setelah melakukan uji coba ternyata ia berhasil membuat media tanam hidroponik, dari situ ia mencoba untuk mengembangkan usaha dan mencoba memasarkan produknya di sekitar tempat tinggal dan memanfaatkan media sosial yang ia punya. 


" Saya uji coba Alhamdulillah langsung berhasil mas, dari situ saya coba buat kembangkan usaha ini (sayur hidroponik) dan pasarkan lewat Facebook " paparnya


Namun demikian ia sempat merasa ragu kan minat masyarakat dengan sayuran hidroponik, karena ia menyadari harga sayuran tersebut lebih mahal dibanding dengan sayuran yang di tanam secara konvensional (media tanah), namun di luar dugaan ternyata peminat sayuran hidroponik sangat banyak, terbukti sebelum masa panen sayuran sudah habis di pesan pembeli.


" Sempat kwartir soal harga mas, kan ini lebih mahal di banding sayuran biasanya " lanjut kang sayur sebutan untuk usahanya 


Solikhin juga menjelaskan keunggulan sayuran dengan media tanam hidroponik antara lain, sayuran akan lebih segar dan sehat karena tidak mengandung pestisida, tidak membutuhkan tempat yang luas namun hasil maksimal, harga pasar lebih berani, perawatan mudah, serta yang terpasti menurutnya tidak perlu capek mengolah tanah dan tetap bersih, Saat ini ia sudah memiliki sekitar 500 lobang tanam hidroponik dengan omzet sekali panen mencapi 3-6 juta rupiah.


Ditulis oleh : Ahmad Arifin