Selasa, 14 September 2021

KISAH MISTIS TEMPAT PEMAKAMAN UMUM DESA X DI SALAH SATU DESA DI KABUPATEN MUKOMUKO

 

" gambar ilustrasi "


Portalblogku.com - salam sehat untuk kita semua, setelah sekian lama penulis jarang sekali upload terkait kisah, mitos, dan sejarah, kali ini penulis kembali akan menceritakan tentang mitos-mitos yang sudah banyak berkembang di tengah-tengah masyarakat, mitos kali ini bersumber dari masyarakat dan cerita masyarakat di salah satu desa yang berada di kabupaten Mukomuko, ada yang tau kira-kira daerah mana yang akan kita bahas ?


Biar gak penasaran llangsung kita bahas yok…. Kita kali ini akan bahas mengenai mitos Tempat Pemakaman Umum (TPU)  di X Kabupaten Mukomuko. mungkin satu di antara kalian ada yang tinggal di daerah ini ? Kalau ada silahkan komen. Hehehe....


Mungkin bagi sebagian masyarakat yang berada di wilayah X sudah tidak asing lagi dengan TPU yang menyimpan begitu banyak cerita mistis, bagaimana tidak,? TPU tersebut berada tepat di samping jalan penghubung antara desa, jarak makam dari bahu jalan hanya berkisar 2-3 meter saja, dan jika memasuki malam hari terasa sangat menyeramkan karena penerangan yang masih kurang.

 

TPU Desa X  ini juga terkenal akan cerita Horor, banyak sekali kejadian dan cerita masyarakat baik itu yang di alami secara langsung maupun hanya sebatas cerita tetangga. Dimana cerita paling fenomenal yaitu cerita Horor Abang Si Penjual Hordeng,. ada 2 Versi cerita menurut masyarakat setempat, baik kita akan kupas kisahnya pada portalblogku.com edisi mistis.

 

Sumber di ambil dari cerita masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tersebut, menurut sumber bahwa mulanya pada kurun waktu tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an, waktu itu desa X  masih merupakan dusun yang bergabung dengan desa Y sebagi desa induk, di kisahkan ada seorang abang-abang penjual hordeng keliling dengan berjalan kaki menjajakan dagangannya di sekitar desa tersebut, menyusuri jalan tanah berdebu cuaca pada waktu itu sangat terik, biasanya Abang penjual hordeng akan mampir di kala ada kerumunan  warga terutama ibu-ibu, untuk sekedar menawarkan dagangannya sembari istirahat, (biasa kehidupan di desa saat itu).

 

Waktu itu memasuki waktu Zuhur sekitar pukul 12.00 Wib, melintas Abang sipenjual hordeng di sebuah perkampungan yang cukup asri dan di lihat memiliki beberapa rumah yang bagus, dimana pada saat itu ada sekumpulan ibu-ibu yang sedang berkumpul di salah satu rumah warga yang cukup besar dan mewah, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, si Abang penjual hordeng mencoba menawarkan jualannya pada tuan rumah, dan tak di sangka ternyata tuan rumah sangat ramah dan menyambut si Abang penjual hordeng dengan baik.

 

Setelah Abang penjual hordeng menawarkan dagangannya, sempat terjadi negosiasi harga dengan tuan rumah ( wajar emak-emak suka yang bagus tapi murah hehehe ), lanjut..... Setelah negosiasi sepakat antara penjual dan pembeli dengan harga yang telah di tentukan, tanpa menunggu lama Abang penjual hordeng langsung mengukur jendela rumah yang akan di pasang hordeng, ( hordeng yang di jual inden alias pesan terlebih dahulu ) setelah selesai melakukan pengukuran pada jendela rumah tersebut, si Abang penjual hordeng istirahat sejenak, dan karena cuaca hari itu sangat terik dan panas, ibu pemilik  rumah mengeluarkan air minum untuk sekedar melepas dahaga si Abang penjual hordeng karena sudah capek mengukur jendela, tak lupa ibu pemilik rumah juga membayar lunas hordeng yang ia pesan.

 

Karena merasa lelah setelah berkeliling jalan sepanjang desa tersebut tanpa di sadari cuaca panas membuat si Abang penjual hordeng tertidur dengan pulas di teras rumah tersebut, setelah kurang lebih 1 jam berada di rumah tersebut hembusan angin sepoi-sepoi meniup wajah Abang penjual hordeng, akibat hembusan angin tersebut Abang penjual hordeng lantas terbangun dari tidurnya,merasa badan sudah segar kembali si Abang penjual hordeng siap untuk melanjutkan perjalanannya untuk kembali mencari pelanggan hordeng, dan ia berniat untuk berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada ibu pemilik rumah karena sudah membeli dagangannya dan mempersilahkannya untuk istirahat.

 

Saat terbagun dari tidurnya si Abang penjual hordeng tersebut merasa ada yang aneh dengan badannya, ia merasa badannya sakit dan sedikit kotor karena tanah, dan setelah melihat di sekeliling keringat dingin mulai keluar dari sekujur tubuhnya, karena yang ia dapati bukanlah perumahan penduduk yang mewah, melainkan Tempat Pemakaman Umum di mana ia tertidur di bawah keranda mayat dengan dagangan di sekitarnya, merasa penasaran dengan kejadian beberapa waktu menit yang lalu, si Abang penjual hordeng langsung mengecek uang yang tadi di berikan oleh ibu-ibu pemilik rumah yang ia singgahi.

 

Ternyata setelah di cek kembali uang yang di berikan, sontak wajah Abang penjual hordeng langsung memucat dan tubuh terasa kaku karena apa yang ia lihat bukanlah uang seperti yang ia terima, melainkan lembaran daun pisang yang sudah mengering, tanpa berfikir panjang Abang penjual hordeng langsung mengemasi dagangannya dan meninggalkan tempat tersebut sampai ahirnya ia bertemu warga dan menceritakan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan warga sekitar pun membenarkan tentang horornya makam tersebut kepadanya.

 

Diatas adalah versi 1 dari kisah tukang hordeng, sementara ada versi lasin yang menyebutkan bahwa kejadian itu menjelang magrib dan tukang hordeng tersebut sempat pulang ke rumahnya sendiri, kala akan melakukan pengukuran, Abang penjual hordeng tidak menemukan rumah yang ia singgahi waktu itu, dimana dia mencoba bertanya kepada masyarakat sekitar dan di saat itu si Abang penjual hordeng baru sadar bahwa yang ia datangi bukan rumah manusia.

 

Sebenarnya masih banyak cerita mistis di TPU Desa X, kita akan kupas lagi di lain waktu. Sekian penulis dapat memaparkan, kalau ada versi lain tentang kisah Abang penjual hordeng di TPU X  boleh hubungi email penulis.

 

Ingat pada dasarnya mahluk tak kasat mata adalah ada, soal percaya kita kembali kepada diri kta masing-masing, yang terpenting adalah tingkah laku dan sopan santun kita di manapun berada harus di jaga, terkait kondisi TPU Desa X saat ini sudah sangat bersih dan terang karena di sana sudah ada penerangan yang di pasang dari pihak pemerintah desa tersebut.

Disini Penulis tidak menuliskan secara detail tentang lokasi desa, karena permintaan dari peerangkat desa tersebut.

 

Sumber Cerita Masyarakat

Ditulis oleh Ahmad Arifin