Rabu, 25 Agustus 2021

MASYARAKAT DESA WONOSOBO ANTUSIAS TERIMA VAKSIN, 100 DOSIS HABIS.


Portalblogku.com - Proses vaksinasi Covid-19 terus gencar di lakukan, sampai dengan saat ini, hal tersebut bertujuan untuk selain meminimalisir terjadinya kasus Covid-19 juga untuk meningkatkan imun tubuh dari serangan virus corona, nampaknya hal tersebut di sambut baik oleh pemerintah desa Wonosobo kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, terbukti pada hari ini Rabu,(25/08/21), Pemerintah Desa Wonosobo yang bekerjasama dengan Puskesmas Bukit Mulya dan Kodim 0428 Mukomuko melaksanakan Vaksinasi sebanyak 100 dosis untuk masyarakat Wonosobo, seperti yang di sampaikan oleh Pjs Kepala Desa Wonosobo Yeni Wulandari, melalui Kasi Kesra nya Habib.

" Iya pemerintah desa sangat mendukung program tersebut, hari ini kita melaksanakan Vaksinasi kepada masyarakat sebanyak 100 dosis " ujarnya.

Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan faksin tersebut sangat baik, ini terbukti dengan hasil pantauan di lokasi bahwa banyak masyarakat desa Wonosobo yang sudah datang dari pagi untuk antre menunggu panggilan, dan 100 dosis yang di sediakan habis.

" Alhamdulillah mas saat ini masyarakat mulai antusias untuk mendapatkan vaksin, ini kan ada 100 dosis, Alhamdulillah habis " imbuhnya.

Sementara itu saat kembali di konfirmasi Habib menjelaskan harapannya kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat mengikuti program vaksin tersebut, menurutnya pemdes Wonosobo saat ini menargetkan 80-90 Persen masyarakat tervaksinasi, sementara menurutnya baru sekitar 40-50 % masyarakat yang mengikuti vaksin.

" Ya harapannya masyarakat dapat mendukung dan ikut melakukan vaksin, saat ini masih 40-50 % kurang lebihnya yang sudah mengikuti vaksin, baik di kecamatan, Puskes, maupun di Kantor desa " tutupnya.

Turut hadir dalam giat tersebut adalah camat penarik, Babinsa, bhabinkabtibmas, perangkat desa, BPD dan masyarakat yang mengikuti vaksinasi.


Ditulis oleh : Ahmad Arifin 

Kamis, 19 Agustus 2021

TINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT, PEMDES MARGA MUKTI SOSIALISAIKAN FAKSIN



Portalblogku.com - Guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan faksinasi Covid 19, Pemerintah Desa ( Pemdes ) Marga Mukti kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko, yang bekerjasama dengan Puskesmas Bukit Mulya, melakukan sosialisasi Faksin Covid 19, (19/08/21) bertempat di Balai Pertemuan desa marga mukti.

Kepala desa marga mukti Marwanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya dan bentuk dukungan Pemdes Marga Mukti untuk membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya faksin, juga mengucapkan terimakasih kepada Puskesmas Bukit Mulya Yang telah mendukung program sosialisasi tersebut 

" Ya, ini bentuk dukungan kita terhadap pemerintah untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat guna membentuk kesadaran masyarakat atas pentingnya faksin, saya juga mengucapkan terimakasih kepada Puskesmas Bukit Mulya karena telah mendukung Program ini " ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa di desa marga Mukti baru sekitar 20% masyarakat yang sudah melakukan faksin, sementara menurutnya jumlah tersebut masih sangat sedikit, kemudia di tambahkan harapannya setelah di lakukan edukasi faksin ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk faksin.

" Ya warga kita baru sekitar 20% yang sudah ikut faksin, baik dosis 1 maupun dosis 2, ini kan masih sedikit mas, ya mudah-mudahan dengan sosialisasi ini, masyarakat dapat sadar dan mau ikut faksin, karena saya optimis masyarakat mau " imbuhnya.

Sementara itu Narasumber dari Puskesmas Bukit Mulya berjumlah 2 orang yaitu Ninuk,S.Keb  dan Mastiur,S.KM, Dalam Pemaparannya Mastiur mengatakan jangan pernah takut untuk faksinasi, dan saring informasi yang di terima tentang faksin, jangan sampai ada salah persepsi.

" Ya selama ini kita sering dengan kalau orang yang memiliki penyakit bawaan seperti darah tinggi dan diabetes tidak boleh di vaksin, sebenarnya bukan seperti itu, bukan tidka boleh, tapi orang yang memiliki penyakit bawaan harus netral terlebih dahulu, dalam artian tidak sedang kambuh atau kumat " ujarnya.

Kemudian di tambahkan oleh bidan Ninuk bahwa kasus faksin di kabupaten Mukomuko bisa dikatakan tidak ada, kalaupun ada itu hanya sebatas efeksamping seperti badan pegal2 dan flu, ia menambahkan kuncinya saat akan faksin harus jujur dengan kesehatan sendiri.

" Kadang orang saat akan faksin itu berfikirnya untuk berobat, padahal orang yang akan faksin itu harus di cek dulu kesehatannya, yang banyak terjadi kasus itu karena orang tidak mau jujur " imbuhnya saat memberikan materi.


Di Tulis Oleh Ahmad Arifin

Rabu, 15 April 2020

APA YANG TERJADI JIKA BULAN MENGHILANG DARI BUMI ?




Halo sobat Pintar, Selama kita belajar di sekolah selain ilmu matematika kita juga di ajari oleh Ilmu Pengetahuan Alam Yang banyak mempelajari tentang alam dan juga tata surya, salah satunya yaitu tentang Bulan.

Nah tau gak sih ? Bulan merupakan satelit alami yang dimiliki Bumi. Ukuran Bulan memang leih kecil dari Bumi, tapi apa yang terjadi jika bulan hilang?

Nah ini dia Yang terjadi jika Bulan menghilang dari peredarannya.

Asteroid

Bulan selalu mengelilingi Bumi. Selama mengelilingi Bumi, ada beberapa asteroid yang menabrak Bulan. asteroid yang menabrak bulan itu membuat Bulan memiliki kawah. Jika Bulan menghilang, asteroid yang menabrak atmosfer Bumi akan lebih banyak. Seperti kita tahu, asteroid yang sangat besar bisa menembus atmosfer dan jatuh ke Bumi.

Pasang Surut

Bulan selalu menarik air laut di Bumi dan menyebabkan pasang surut. Jika Bulanmenghilang, air laut di Bumi tidak ada yang menarik lagi. Jika sudah begitu, air laut bisa naik ke daratan dan menyebabkan banjir di beberapa tempat. Hal itu sangat berbahaya bagi manusia yang tinggal di sekitar pantai tentunya.

Iklim

Menurut para ilmuwan, Bulan menyebabkan Bumi berputar agak miring. Hal inilah yang membuat iklim di suatu tempat berubah secara teratur seperti sekarang. Jika Bulan menghilang, iklim di Bumi tidak akan seperti sekarang. Ada satu daerah yang selalu panas, ada juga daerah yang selalu dingin. Hal itu pasti tidak bagus untuk kehidupan manusia.

Siang – Malam

Saat Bulan menarik air laut, perputaran Bumi melambat. Jika Bulan menghilang, Bumi akan berputar lebih cepat. Hal itu bisa menyebabkan siang dan malam berganti dengan cepat, artinya satu hari satu malam bisa diselesaikan kurang dari 24 jam. Jika hal itu terjadi, manusia harus mengatur ulang jam dan kalender supaya tidak kacau.
Itulah beberapa hal yang akan terjadi jika Bulan hilang.

sumber // foto